U’re the shinin’ stars
ang fallin down toearth
to light upon our lifes
though u re movin so fast
we still can see ur light
it’s beautiful and lovely
that’s what u are
u have ur own flash
u re different gift from up
stay d same
shine on…little girl…
Thursday, April 1, 2010
asat asa
kERING kERING
jiwaku dangkal air
asat di atas tungku
uap membumbung mudah terbawa angin
mengurai ion-ion lara
aku makin pedih
tak ada lagu berdentang
hari-hari berkejaran tertatih-tatih
ah, tak pernahkah hatimu mengaum keras
menghamburkan rekat-rekat bilik yang telah aus
bendungan terbongkar
aku rindu dan kebosanan
lentera-lentera sudah mulai redup
minyaknya menggelantar semua ke sumbu
esok hujan badai
jiwaku dangkal air
asat di atas tungku
uap membumbung mudah terbawa angin
mengurai ion-ion lara
aku makin pedih
tak ada lagu berdentang
hari-hari berkejaran tertatih-tatih
ah, tak pernahkah hatimu mengaum keras
menghamburkan rekat-rekat bilik yang telah aus
bendungan terbongkar
aku rindu dan kebosanan
lentera-lentera sudah mulai redup
minyaknya menggelantar semua ke sumbu
esok hujan badai
rasanya ceritaku juga akan padam
26 april 2006
tersier
ah..ogah
aku yak ingin yang itu
yang kalau kubilang adalah urusan hal-hal tersier
nggak
tapi tiba2 semua datang dan bertanya
kapan
salah jika aku bilang itu belum jadi masalah
sudah
ingin tahu dulu saja
jika nyatanya cerita itu akan terlalu sedih
mungkin aku akan segera menjauh
salahkah?
kurasa tidak
tapi semua jadi terasa serba salah
saat kata2 meluncur tanpa dipikir
itu cermin hati kita
itukah
aku hanya tak ingin buru2
aku tak ingin sebuah hal tersier
disalahkan atau dihujat
dunia masih terlalu tak adil bagiku
untuk terburu2 mengiyakan dan meyakinkan hati
Jadi
adakah engkau yang di sana
sabar mengais2 di antara beberapa kegagalan
mencari dan menemukan aku di sana
lalu kita saling menguatkan
saling mencintai, itu hal yang mudah
tapi saling melengkapi
kurasa itu satu hal yang jauh lebih besar.
Saling mencintai, itu hal tersier
saling melengkapi, menurutku itu hal yang primer
aku ingin yang primer
bukan yang tersier
jadi kurasa
aku masih lama menunggu
masih lama berpikir
untuk semua yang merasa rugi
akan keputusanku ini
silahkan pergi saja
jika di suatu hari
hatimu sakit bukan kepalang
aku sungguh minta maaf
untuk diriku yang terlalu naif di matamu
tapi setidaknya
aku yak ingin yang itu
yang kalau kubilang adalah urusan hal-hal tersier
nggak
tapi tiba2 semua datang dan bertanya
kapan
salah jika aku bilang itu belum jadi masalah
sudah
ingin tahu dulu saja
jika nyatanya cerita itu akan terlalu sedih
mungkin aku akan segera menjauh
salahkah?
kurasa tidak
tapi semua jadi terasa serba salah
saat kata2 meluncur tanpa dipikir
itu cermin hati kita
itukah
aku hanya tak ingin buru2
aku tak ingin sebuah hal tersier
disalahkan atau dihujat
dunia masih terlalu tak adil bagiku
untuk terburu2 mengiyakan dan meyakinkan hati
Jadi
adakah engkau yang di sana
sabar mengais2 di antara beberapa kegagalan
mencari dan menemukan aku di sana
lalu kita saling menguatkan
saling mencintai, itu hal yang mudah
tapi saling melengkapi
kurasa itu satu hal yang jauh lebih besar.
Saling mencintai, itu hal tersier
saling melengkapi, menurutku itu hal yang primer
aku ingin yang primer
bukan yang tersier
jadi kurasa
aku masih lama menunggu
masih lama berpikir
untuk semua yang merasa rugi
akan keputusanku ini
silahkan pergi saja
jika di suatu hari
hatimu sakit bukan kepalang
aku sungguh minta maaf
untuk diriku yang terlalu naif di matamu
tapi setidaknya
aku tidak menaifkan nasibku
10 mei 2006
dekat
Rhein
dia begitu dekat
dekat dengan semua mimpi yang ingin kuraih
dekat dengan semua nyata yang bisa kuterima
tapi sungguh
yang kumiliki masih begitu goyah dan mudah koyak
untuk mengumbarnya dalam angan-angan saja
aku takut
takut semua berbalik dan menghujaniku dengan sakit hati
aku masih terlalu egois untuk hatiku sendiri
aku ngeri aku bakal melukai jiwaku sendiri
aku khawatir semua ini cuma membawa kabar buruk
jadi aku diam dan menunggu dia datang
meskipun bukan dengan kuda putih
meskipun dia bukan ksatria yang menungganginya
karena dahulu seorang pernah datang
dengan keadaan nyaris cukup
menyita waktu dan pikiran
di akhir bukan cuma cerita ia sisakan
sembilu pedangnya pun ia torehkan di relungku yang kosong
dia begitu dekat
dekat dengan semua mimpi yang ingin kuraih
dekat dengan semua nyata yang bisa kuterima
tapi sungguh
yang kumiliki masih begitu goyah dan mudah koyak
untuk mengumbarnya dalam angan-angan saja
aku takut
takut semua berbalik dan menghujaniku dengan sakit hati
aku masih terlalu egois untuk hatiku sendiri
aku ngeri aku bakal melukai jiwaku sendiri
aku khawatir semua ini cuma membawa kabar buruk
jadi aku diam dan menunggu dia datang
meskipun bukan dengan kuda putih
meskipun dia bukan ksatria yang menungganginya
karena dahulu seorang pernah datang
dengan keadaan nyaris cukup
menyita waktu dan pikiran
di akhir bukan cuma cerita ia sisakan
sembilu pedangnya pun ia torehkan di relungku yang kosong
dan kisah itu luluh lantak menjadi mimpi buruk
untuk si hitamku
28 june 2006
absurd
itu tentangmu
tentang hari-hari yang berlarian saat aku ada di dekatmu
tentang rasa yang dengan tidak sopannya mencuat dari lubang kunci
juga tentang waktu sampai kapan aku harus diam dan menunggu
tentang dirimu, tentang apa yang ada di dalam ruang-ruang pikirmu
tentang masa jauh ke depan
tentang malam yang jadi semakin larut untukku
tentang pagi yang datang terlalu cepat
tentang hal-hal kecil yang aku ambil maknanya darimu
tentang rutinitas
absurd
bahkan jangka detiknya pun begitu kabur
tentangmu
semua tentangmu dan yang tersimpan di hatimu
tentang hari-hari yang berlarian saat aku ada di dekatmu
tentang rasa yang dengan tidak sopannya mencuat dari lubang kunci
juga tentang waktu sampai kapan aku harus diam dan menunggu
tentang dirimu, tentang apa yang ada di dalam ruang-ruang pikirmu
tentang masa jauh ke depan
tentang malam yang jadi semakin larut untukku
tentang pagi yang datang terlalu cepat
tentang hal-hal kecil yang aku ambil maknanya darimu
tentang rutinitas
absurd
bahkan jangka detiknya pun begitu kabur
tentangmu
semua tentangmu dan yang tersimpan di hatimu
atau bahkan hatiku
june 2006
puntung buntung yang menyala
untuk puntung rokok yang menyala di malam hari
berkedip-kedip seperti harapan yang lantas putus
lalu asapnya menyelinap ke serat-serat baju
ah, apa kata pacarku nanti
sudah habis berbusa lidahku berjanji untuk berhenti
sertamerta dadaku terasa sesak
mengingat nasib bukan ada diperuntunganku
lalu kusesap pelan-pelan
tenggelam diantara tawa kawan kawanku
malam yang sama
dengan nyala redup ujung ujung tembakau
mau dibawa kemana hidupku ini
aku kembali menggerutu
untuk hisapan terakhir malam ini
aku tak mencoba memikirkan apa-apa
tapi justru aku menerawang
jauh
puntung kubuang ke tanah dan kuinjak
mungkin malam ini bakal lebih panjang
jauh lebih panjang dan lebih berat dari selintas puntung saja’
14 07 06
untuk orang asing
di gang2 sempit dan berbatu
berkedip-kedip seperti harapan yang lantas putus
lalu asapnya menyelinap ke serat-serat baju
ah, apa kata pacarku nanti
sudah habis berbusa lidahku berjanji untuk berhenti
sertamerta dadaku terasa sesak
mengingat nasib bukan ada diperuntunganku
lalu kusesap pelan-pelan
tenggelam diantara tawa kawan kawanku
malam yang sama
dengan nyala redup ujung ujung tembakau
mau dibawa kemana hidupku ini
aku kembali menggerutu
untuk hisapan terakhir malam ini
aku tak mencoba memikirkan apa-apa
tapi justru aku menerawang
jauh
puntung kubuang ke tanah dan kuinjak
mungkin malam ini bakal lebih panjang
jauh lebih panjang dan lebih berat dari selintas puntung saja’
14 07 06
untuk orang asing
di gang2 sempit dan berbatu
stop
kadang masih harus bertanya
aku benarkah harus berhenti
dan membiarkan segala sesuatunya berjalan begini rupa
mungkin benar
sebenarnya aku tak pandai menempatkan diri
dan semua cuma warna abu2
padahal aku benar2 ingin memilih
hitam
atau putih saja
mungkin ini saatnya berhenti
dan mulai belajar
untuk menerima keadaan
aku benarkah harus berhenti
dan membiarkan segala sesuatunya berjalan begini rupa
mungkin benar
sebenarnya aku tak pandai menempatkan diri
dan semua cuma warna abu2
padahal aku benar2 ingin memilih
hitam
atau putih saja
mungkin ini saatnya berhenti
dan mulai belajar
untuk menerima keadaan
july 17 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)
